Sabtu, 12 November 2016





Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  • Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  • Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
Tugas setiap lebah pekerja adalah memungut cahaya yang masuk melalui lensa kamera dan membuat gambar. Jika kita menggunakan lensa identik dan aperture sama-sama kita set di f/3.5 namun saya set ISO di 200 sementara anda 100 (bayangkan lagi tentang lebah pekerja), maka gambar punya siapakah yang akan lebih cepat selesai?

Secara garis besar:
  • Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
  • Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
  • Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.
Anda bisa mencoba pengertian ini dalam kasus aperture, cobalah set shutter speed kita selalu konstan pada 1/125 (atau melalui mode Shutter Priority – S atau Tv), dan ubah-ubahlah setting ISO anda dalam kelipatan 2; missal dari 100 ke 200 ke 400 …dst, lihatlah perubahan besaran aperture anda.

Memahami Konsep ISO

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin ...






Kali ini mimin akan membahas soal aperture sebagai lanjutan dari artikel tentang dasar fotografi. Sebelumnya kamu perlu tau bahwa sebenarnya mimin bukanlah seorang ahli di bidang fotografi, dan artikel ini hanyalah untuk berbagi ilmu dasar yang saat ini juga sedang mimin pelajari agar kita menjadi sedikit lebih paham soal hal ini.

Disini mimin akan membahasnya dengan menggunakan bahasa mimin sendiri yang lebih disederhanakan agar lebih mudah untuk dimengerti oleh kamu semua. Jadi bagi kamu yang merasa sudah ahli boleh melewati artikel ini dan mencari artikel lainnya, atau boleh juga membantu mengoreksi tulisan ini jika dirasa perlu. Baiklah, mimin rasa tidak perlu berpanjang lebar lagi dan kita langsung saja menuju TKP.

Aperture adalah bukaan diafragma pada lensa kamera. Biasanya nilai aperture ini ditandai dengan “f/angka”, misalnya f/22, f/11, atau pada smartphone biasanya terdapat di angka f/2.6 hingga f/1.8. Nah sekarang yang jadi pertanyaan lanjutan adalah apa arti huruf f/ beserta angka dibelakangnya itu? Angka dibelakang huruf f/ tersebut adalah nilai dari bukaan lensa atau diafragma pada lensa, yang mana semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan lensa akan semakin kecil dan begitupula sebaliknya. Hehe bingung ya? Oke mimin jelaskan lebih lanjut agar kalian lebih mengerti.
Menurut Wikipedia, besaran bukaan diafragma atau aperture merupakan hasil pembagian dari panjang fokus lensa atau focal length dengan nilai aperture itu sendiri. Misalnya jika focal length pada lensa adalah 100mm dan nilai aperture adalah f/4, maka itu artinya aperture akan terbuka dengan diameter 25mm (100 dibagi 4). Maka semakin kecil angka dibelakang f/, bukaan lensa akan semakin besar. Begitupun sebaliknya, semakin besar angka dibelakang f/ maka bukaan lensa akan semakin kecil. Baiklah, dari sini mimin anggap kalian sudah paham yaa.
Namun tidak semua lensa akan memiliki bukaan yang sama misalnya sebesar f/1.8 atau diatasnya karena adanya variasi focal length yang berbeda-beda sehingga batasan dari aperture dari tiap lensa pun berbeda. Pada kamera smartphone sendiri biasanya memiliki focal length di kisaran 2 sampai 4mm.

Apa Itu Aperture Pada Kamera Serta Fungsinya?

Kali ini mimin akan membahas soal aperture sebagai lanjutan dari artikel tentang dasar fotografi. Sebelumnya kamu perlu tau b...








1. Lensa Zoom
Lensa zoom adalah lensa yang panjang fokal lensanya bisa diubah-ubah. salah satu lensa zoom yang paling terkenal mungkin sudah anda miliki yaitu lensa kit. Umumnya panjang fokal lensa kit dimulai dari 18mm dan berakhir di 55mm. Lensa kit begitu terkenal karena harganya murah namun kualitasnya masih bisa diandalkan.
Kelebihan utama dari lensa zoom adalah fleksibilitas yang anda bisa dapatkan dalam satu lensa, maksudnya anda tak perlu gonta-ganti lensa lagi untuk bisa mendapatkan jarak fokal lensa yang anda inginkan.
Jika mau memotret dengan fokal lensa lebar tinggal pindah ke rentang fokal lebar seperti 18mm, jika mau memotret dengan jarak fokal tele silakan putar lagi ke posisi 55mm. Demikian umumnya kelebihan lensa zoom dari lensa fix.

2. Lensa Fix
Lensa fix atau lensa tetap (fix = tak berubah) merupakan kebalikan dari lensa zoom, jarak fokal lensa ini tak bisa diubah-ubah.
Anda hanya bisa pasrah dengan fokal lensa yang tertera di bodi lensa tersebut, contohnya jika anda memiliki lensa fix 50mm anda takkan mungkin bisa memotret landscape dan mendapatkan sudut pandang sama seperti lensa 18mm, bahkan sekalipun anda mundur hingga jarak yang jauh tetap hasilnya akan berbeda.
Keuntungan utama dari lensa fix adalah kualitasnya secara rata-rata lebih baik daripada lensa zoom di rentang harga yang sama yah. Mengapa begitu?
Untuk membuat lensa zoom maka dibutuhkan struktur lensa yang lebih kompleks sehingga jumlah elemen dalam lensa pun lebih banyak, secara teoritis semakin banyak elemen yang dilalui cahaya maka kualitas gambar pun akan menurun (diasumsikan kualitas optik elemen lensanya sama).
Selain itu masih ada beberapa keuntungan dari lensa fix seperti harga yang murah, ringan serta memiliki bukaan maksimum yang besar (umumnya di f/1.8 – 1.2). Kekurangan utamanya ya itu, tak bisa zoom hehehe.
Anda harus maju mundur manual dengan kaki sendiri untuk mengkomposisikan gambar, yah hitung-hitung olahragalah.

Dari dua jenis lensa tadi masih ada pembagian juga dengan melihat jarak fokal lensa tersebut, mari kita lihat pembagiannya seperti apa. Oh ya untuk catatan, panjang fokal yang disebutkan di sini adalah panjang fokal yang berlaku untuk kamera format full frame ya, tentu panjang fokalnya akan berbeda dengan APSC.

1. Lensa super lebar (ultra wide).
Merupakan kategori yang mengelompokkan lensa  dengan focal length yang sangat lebar dimulai dari 11mm- 14mm, efek dari lensa super lebar adalah anda mampu menangkap foto dengan luas cakupan foto sangat lebar bisa mencapai 126 derajat.
Contohnya di panjang fokal terlebar 11 mm, oh ya lensa lebar yang baik juga takkan menimbulkan distorsi berlebihan seperti ketika anda menggunakan lensa fisheye.
Canon EF 11-24mm. Sumber: TheDigitalPicture.com

2. Lensa Lebar (wide).
Lensa lebar adalah lensa yang memiliki panjang fokal lensa mulai dari 14mm sampai 24mm.
Untuk pembagian ini sebenarnya cukup rancu karena ada juga yang menyebutkan rentang fokal 24mm sampai 35mm masih termasuk rentang lensa lebar, tetapi kita permudah saja dengan mengikuti rentang lensa yang populer di pasaran.
Umumnya rentang lensa populer yang dijual ada tiga yaitu dari 14-24 mm ( Contohnya Nikkor 14-24mm dsb), 24-70 mm (lensa kelas pekerja), dan 70-200 (lensa tele) oleh karena kita sepakat saja dari 14-24mm merupakan lensa lebar (kalau tidak setuju terseraahhhh.. Haha).
Kegunaan lensa lebar ini umumnya untuk memotret landscape, sama seperti ultrawide tapi rentang lebarnya tak selebar yang ultra.
AF Nikkor 14mm f/2.8 D

3. Lensa Zoom Standar
Jarak fokal lensa yang termasuk lensa zoom standar adalah 24-70mm, rentang lensa ini begitu populer karena mencakup rentang yang masih cukup lebar di 24mm hingga cukup tele di 70mm.
Sering juga disebut sebagai lensa kelas pekerja karena banyak digunakan fotografer sebagai kuda pekerja mereka dalam pekerjaan entah itu memotret wedding,  portrait model, landscape, apa saja bisa dengan mudah dicover oleh rentang lensa ini.
Bahkan untuk lensa ini memiliki versi APSC yaitu di fokal 18-55mm yang setara.
Tokina 24-70mm

4. Lensa Tele 
Lensa tele adalah kelompok lensa kamera yang memiliki panjang fokal lensa 70-200mm, Dengan jarak fokal lensa sejauh itu anda bisa dengan mudah  memotret objek foto yang berada jauh dari anda. biasanya digunakan untuk memotret satwa liar yang sulit didekati, atau memotret candid sangat mudah dengan rentang lensa tele ini.
Canon-EF-70-200mm-f-2.8-L-IS-USM-Lens. Sumber : TheDigitalPicture.com

5. Lensa Super Tele
Kelompok lensa super tele adalah lensa-lensa yang  memiliki jarak fokus sudah lebih dari 200mm, lensa seperti ini biasanya spesialis memotret satwa atau pertandingan olahraga seperti sepakbola, bahkan ekstrimnya ada yang juga dipakai untuk mata-mata hohoo…
Anda yang ingin memata-matai pacar mungkin bisa untuk mencoba memakai lensa semacam ini !
Lensa Super Tele 1200-1700mm !!!

Selain kategori lensa yang di atas, masih ada juga pembagian lensa yang khusus. Dimaksud khusus karena selain terbagi atas panjang fokal tertentu lensa ini juga memiliki fungsi spesial yang tak bisa digantikan dengan lensa yang lain. Mari kita lihat :

1. Lensa Makro
Lensa jenis ini sepertinya sudah banyak pembahasan di internet atau di forum-forum fotografer.
Jadi seperti yang telah umum diketahui lensa ini memiliki fungsi untuk mengambil foto dengan perbesaran hingga 1x atau gambar objek yang dipotret memiliki ukuran yang sama dengan aslinya.
Foto makro ini sangat cocok kalau anda memotret hewan kecil seperti serangga ataupun binatang berukuran mungil lainnya. Selain itu kalau anda hobi memotret makanan juga bisa dimanfaatkan kemampuan lensa makro ini untuk mengambil detail yang ada.
Venus Laowa 15mm f/4 . Lensa makro terlebar di dunia !

2. Lensa Fisheye
Lensa ini memiliki kemampuan unik yaitu menghasilkan distorsi yang luar biasa (baca di sini tentang keistimewaan lensa fisheye). Umumnya lensa ini dirancang dengan fokal lensa sangat lebar dan didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan distorsi yang unik.
Contoh hasil foto dengan lensa fisheye. Kredit foto : Mr. Rully
Lensa fisheye terlebar di dunia, Nikkor 6mm

Berdasarkan besarnya aperture atau bukaan diafragma yang dimiliki sebuah lensa, maka kita bisa membagi lensa kedalam dua bagian besar. Mari kita lihat :

1. Lensa Cepat (Fast Lens)
Lensa yang termasuk cepat adalah lensa yang memiliki bukaan sangat besar mulai dari f/1.2 -f/2.8, malahan ada beberapa lensa spesial yang mencapai bukaan f/0.75, mengapa disebut lensa cepat?
Karena dengan kemampuan aperture yang sangat besar ini, maka lensa bisa menerima cahaya jauh lebih banyak dengan begitu anda bisa menggunakan shutter speed yang jauh lebih cepat dengan begitu tak perlu mengorbankan ISO untuk mendapatkan shutter speed yang cepat tadi.
Contoh lensa cepat, Super Farron 72mm f/0,87

2. Lensa Lambat (Slow Lens)
Lensa dikategorikan lambat jika bukaan yang dimilikinya tak terlalu besar sehingga shutter speed yang bisa digunakan pun mengikuti bukaan diafragma tadi.
Contohnya lensa kit termasuk lensa lambat karena bukaan maksimumnya hanya di f/3.5-5.6.
Anda kadang perlu menaikkan ISO untuk bisa mendapatkan foto dengan shutter speed yang cukup cepat, namun hal ini tentunya tak jadi masalah jika anda memotret memang menggunakan speed lambat dan menggunakan tripod.
Lensa kit Nikon
Demikian pembahasan panjang lebar tinggi rendah tentang lensa dalam dunia fotografi, beserta dengan fungsi masing-masingnya.
Memang kategori lensa sebenarnya tak bisa dengan subjektif kita tentukan tapi setidaknya sudah bisa menggambarkan keseluruhan lensa itu serta fungsi utama dan manfaatnya kala kita memotret. Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk share kepada teman-teman anda.
Jangan lupa juga untuk bergabung dengan kami di sosial media dengan like Facebook page Saveseva Fotografi. Terima kasih sudah membaca.

Jenis Dan Fungsi Lensa Dalam Fotografi

1. Lensa Zoom Lensa zoom adalah lensa yang panjang fokal lensanya bisa diubah-ubah. salah satu lensa zoom yang paling terke...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile